Liputan Kegiatan

 

Fresh Surabaya : Mengupas Inovasi Kreatif bersama The Panasdalam Institute

01 November 2011 | Views (1062)

Teks & foto : Ifan F. Harijanto

Surabaya – Kebanyakan di Indonesia para pengusaha UKM lahir karena memang sudah tidak ada pilihan lain untuk mencari penghasilan bukan karena memang direncanakan untuk menjadi pengusaha. Namun dampak positifnya dari situ adalah kreatifitas yang muncul, dimana kreatifitas itu muncul setelah tersudut maka naluri kreatifitas dari setiap manusia pasti akan timbul.

Itulah yang dungkapkan Ujang Koswara, Guru Besar The Panasdalam Institute yang juga adalah founder  www.greenlinecare.com pada acara Fresh Surabaya yang bertema Inovasi Kreatif Untuk Semua di Universitas Narotama Surabaya, Selasa (25/10) lalu. Ujang Koswara yang mendapat kesempatan pertama dalam diskusi ini memberikan pemaparan tentang pentingnya manusia untuk berkarya, tidak sekedar memotivasi maupun berinovasi tanpa menghasilkan karya yang nyata untuk dimanfaatkan masyarakat luas.

The Panasdalam Institute mengajak semua peserta yang hadir untuk mempunyai karya, baik karya baru yang merupakan hasil inovasi maupun karya modifikasi yang tentunya bermanfaat serta mudah diaplikasikan. Yang terpenting adalah menjadi nilai tambah masyarakat sehingga pemberdayaan masyarakat tidak sia–sia. Tentunya hasil akhir dari karya tersebut adalah peningkatan ekonomi masyarakat yang tidak bergantung pada nilai bantuan pemerintah. Dengan pemberdayaan masyarakat dan mampu untuk menghasilkan produk yang bernilai jual tinggi, maka akan terbentuk sebuah masyarakat mandiri. Disamping itu akan timbul inovasi–inovasi lainnya seiring dengan tantangan yang berbeda.

Ujang Koswara juga mengajak kepada peserta untuk tidak takut ‘beda’ dan jadilah yang berbeda, karena ketika semuanya menginginkan yang sama maka bersiaplah untuk bersaing, namun ketika menjadi beda maka otomatis tidak mempunyai saingan.

Diakhir acara Ujang Koswara mempelihatkan slideshow dari inovasinya yang selama ini telah diaplikasikan dan dirasakan manfaatnya oeh masyarakat luas. Para pesertapun tampak antusias menanyakan dan ingin bisa mengaplikasikan apa yang telah dibuat Ujang Koswara, namun karena keterbatasan waktu maka sharing untuk sesi pertama harus selesai.

Selain menghadirkan pembicara dari The Panasdalam Institute, Fresh Surabaya kali ini juga memberikan kesempatan kepada pembicara lokal dari Universitas Narotama, Machicky Mayestino Triono Soendoro, ST. MMT. Ia adalah dosen dan anggota pusat studi sustainability dan inovasi bisnis Universitas Narotama Surabaya. Ia memaparkan tentang bagaimana mengubah tujuan dan cara berinteraksi dengan alam untuk pembangunan peradaban manusia yang berkelanjutan (Human Civilization Sustainable Development). Selama hampir 30 menit, Machiky memberikan presentasi bagaimana dan apa yang harus dilakukan manusia untuk bisa membangun peradaban yang baru dengan tidak meniggalkan dan mengesampingkan nilai dasar manusia yang merupakan bagian dari alam.

Pada akhir acara, Fresh Surabaya memberikan kesempatan kepada Pidi Baiq dari The Panasdalam Institute untuk memaparkan pemikirannya mengenai inovasi serta bagaimana manusia bisa menjadi manusia yang berguna dan bermanfaat untuk manusia lainnya, tidak sekedar mempertahankan egonya yang kadang tidak memikirkan kepentingan yang lebih besar selain dari kepentingannya sendiri. Dalam berkarya dan berinovasi, idealisme sangat diperlukan tapi jangan sampai idealisme itu menjadikan karya atau inovasi menjadi mentah karena tidak menerima masukan dari luar untuk memperbaiki hasil karya maupun inovasinya.

Para peserta yang hadir rata–rata adalah para follower Pidi Baiq yang telah menulis beberapa karya buku yang telah diterbitkan dan yang paling fenomenal adalah serial Drunken-nya yang telah terbit 4 edisi mulai Drunken Molen, Drunken Marmut, Drunken Monster dan Drunken Mama.

Pada sesi tanya jawab dengan Pidi Baiq, peserta rata–rata menanyakan tentang pengalaman dan kehidupan sehari–hari yang dialami Pidi Baiq. Dengan santai Pidi Baiq menjawab kalau selama ini hidupnya dianggap sebagai main–main, "Karena dengan main kita akan merasa senang, dengan prinsip bahwa hidup adalah senda gurau jangan terlalu dibawa serius," ujarnya.

Diakhir acara Pidi Baiq diminta untuk membawakan lagunya, dan ternyata banyak diantara peserta yang hadir di Fresh Surabaya ini adalah penggemar dari Band The Panasdalam dimana Pidi Baiq merupakan salah satu pendiri dan personil serta vokalis Band The Panasdalam. Setelah selesai membawakan beberapa lagu para peserta dan pembicara berfoto bersama.

Ini merupaka kali kedua The Panasdalam Institute dan Indonesia Kreatif berkolaborasi. Setelah sukses di Jogjakarta dengan acara Wedangan, maka kali ini di Surabaya pun sukses dalam acara Fresh Surabaya, terlihat dari antusias dan apresiasi peserta dalam setiap materi yag diberikan oleh para pembicara dari The Panasdalam Institute. Semoga kedepannya akan semakin banyak acara seperti ini dan ditempat yang berbeda serta langsung menjangkau masyarakat yang memang membutuhkan inovasi untuk menjawab masalah yang mereka hadapi tidak sekedar memberikan motivasi dan wacana tetapi memberikan solusi serta aplikasinya.

Fresh Surabaya adalah sebuah wadah untuk berbagi pengalaman dan inovasi yang bermanfaat yang diadakan setiap bulan. Dalam kesempatan kali ini Fresh Surabaya bekerjasama dengan Indonesia Kreatif menghadirkan The Panas Dalam Institute untuk berbagi pengalaman, inovasi serta pemanfaatan hasil inovasi tersebut untuk diaplikasikan dan digunakan untuk masyarakat luas.


Komentar Anda