Liputan Kegiatan

 

"Ekspansi" Patung Kontemporer Indonesia

15 Juli 2011 | Views (2366)

Oleh Ifan F. Harijanto 

Jakarta - Bertempat di Galeri Nasional Jakarta pada hari kamis 14 juli 2011 telah dibuka sebuah Pameran Besar Patung Kontemporer yang pembukaannya diresmikan oleh Drs. Ukus Kuswara, MM selaku Direktur Jenderal Nilai Budaya Seni dan Film Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI. Pameran Besar Patung Kontemporer Indonesia ini mengambil tema Ekspansi yang merefleksikan jangkauan patung kontemporer yang meluas ke berbagai arah dan kemungkinan. Pameran Besar Patung Kontemporer Indonesia ini di kurasi oleh tim kurator yang beranggotakan Asikin Hasan, Asmujo Jono Irianto dan Jim Supangat.

Pengunjung pameran melihat – lihat salah satu karya peserta pameran M. Irfan dengan judul Honey I’m Home dari bahan Polyester dan resin.

Pameran yang diikuti oleh sekitar 107 pematung yang tidak hanya dari profesi sebagai pematung namun, ada juga dari latar belakang pelukis, grafis, desainer, arsitek dan lainnya. Dalam sambutannya salah satu kurator Asikin Hasan mengungkapkan bahwa pameran ini merupakan jawaban atas berbagai macam kritikan dan saran di media massa ketika kedua kalinya diadakan trienale pada tahun 1998, dimana saat itu dari 40 karya patung yang di daftarkan, hanya sekitar 30-an yang lolos kurasi karena pada saat itu pertimbangannya adalah benar – benar latar belakang dari pendidikan dan profesinya adalah sebagai pematung. Sementara itu Drs. Ukus Kuswara, MM selaku Direktur Jenderal Nilai Budaya Seni dan Film Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI  mengharapkan bahwa pameran patung seperti ini bisa lebih dinikmati oleh publik seperti dipamerkan di ruang – ruang publik, pemerintah juga saat ini membuka seluas – luasnya segala bentuk apresiasi dibidang seni untuk lebih memasyarakat. Di tulisan yang ada di pintu masuk pameran disebutkan pameran ini dapat dipahami bahwa patung kontemporer Indonesia menunjukan gejala re – materialisasi. Sepintas hal ini seperti arus balik menuju konsepsi patung konvensional. Akibatnya, patung kontemporer Indonesia tampak tak seliar karya – karya trimatra dalam gerakan Seni Rupa Baru, tidak pula sibuk mencari ruang kehadiran di luar menjadi sebuah gejala transmutasi citraan menjadi bentuk trimatra atau dimanfaatkannya material – material yang tidak umum dalam patung konvensional. Meskipun demikian demikian kecenderungan dematerialisasi pun bukannya tidak muncul, melainkan didekati dengan cara yang berbed dibandingkan semangat patung modern.

Dari beberapa pematung seperti Nyoman Nuarta, Agus Suwage, Dolorosa Sinaga, Heri Dono, Dicky Tjandra, Entang Wiharso, Sunaryo, Rudi Mantovani dll, pengunjung pameran akan dimanjakan dari karya – karya yang sangat jarang ditemui bahkan tidak terpikirkan sebelumnya. Dengan penataan ruang, tempat serta Instalasi patung sangat memanjakan para pengunjung untuk menikmati setiap karya pematung. Seperti karya Nyoman Nuarta dengan judul tarian daun yang ditempatkan di bagian depan ruangan sebelah kiri menggambarkan orang – orang yang seperti terperangkap dalam instalasi dengan menggunakan material anyaman kawat yang sangat presisi dan proposional dengan tingkat kesulitan yang tinggi namun bisa di tampilkan dengan baik dan bernilai seni yang tinggi.

Karya Nyoman Nuarta dengan judul Tarian Daun

Selayaknya pameran Patung seperti ini bisa dinikmati diruang publik yang bisa lebih banyak menyuarakan hasil pemikiran para pematung yang dituangkan pada material dan element yang dipakai. Sehingga karya – karya memiliki kecendrungan modern – formalis hadir berdampingan dengan karya bernuansa pop dan commodity sculpture. Karya pematung master bersandingan dengan karya patung dari pelukis, designer, arsitek dan filmmaker. Karya – karya konseptual dan representasional hadir bersama dengan karya patung formalis yang menghindari narasi. Dari konfigurasi yang sedemikian rupa maka dapat dipahami makna ekspansi dari pameran ini, begitulah harapan dari para kurator Pameran Besar Patung Kontemporer Indonesia.

Pameran ini akan berlangsung sampai tanggal 24 Juli 2011 yang akan diisi oleh kegiatan seperti lomba menggambar model (karya Patung) “Ekspansi” pada hari Sabtu 23 Juli 2011 tingkat SD dan SMP/(sederajat) dengan total hadiah Rp. 16.000.000,- serta akan diadakan juga tur pameran tgl 16, 23 dan 24 Juli 2011. Satu hal yang sangat disayangkan pada gelaran Pameran Besar Patung Kontemporer Indonesia ini yaitu tidak tersedianya katalog dikarenakan kesalahan teknis yang pada saat acara pembukaan ini. Semoga di acara lainnya panitia lebih siap untuk mempersiapkan segala bentuk elemen penunjang pameran.[]





Komentar Anda